Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.
Kepala Desa Lawekara , Andi
Isti Hasriani, ST , bercerita bahwa pada
tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun
Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini
dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata
letak tanaman dan biayanya.
Setelah
itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli,
pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan
dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan
kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan
Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara
“Hasil utama kebun hortikultura
meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya
vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk
memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga
mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan
wisata berbasis pertanian,” ungkap Kades
Perempuan ini.
yang
diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat.
Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu
Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui
praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan
mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Ia juga mengaku, kalau penerima
manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum
yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi.
Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa
dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.
Kebun
hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui
penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja,
peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan
hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun
hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan
sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.
Keterlibatan
dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak,
seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP
PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan
Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi).
Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan
kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan
Desa.
“Pengembangan program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti lomba ketahanan pangan tingkat kecamatan,” kuncinya. (*)




0 komentar:
Posting Komentar