This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 30 Oktober 2025
Pemerintah Kecamatan Samaturu Memantapkan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Ketapang melalui Rapat Koordinasi Bersama Kades dan Stakeholder
Rabu, 22 Oktober 2025
PEMDES DAN BUM DESA TOTOBO MENGUBAH HUTAN MANGROVE JADI SUMBER KEKUATAN EKONOMI BARU MELALUI PENGELOLAAN PIHAK KETIGA
Kolaka-Totobo. Desa Totobo Kecamatan Pomalaa merupakan salah
satu desa pesisir yang berada di Kabupaten Kolaka yang memiliki beberapa
potensi diantaranta Tambak Ikan Bandeng, Udang dan Hutan mangrove serta
persawahan
Dari beberapa potensi tersebut telah dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Untuk Potensi hutan mangrove yang terletak dipinggir jalan poros totobo belum terkelolah atau dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa, BUM Desa dan masyarakat setempat, sehingga menjadi tempat penumpukan sampah saat musim ombak terjadi.
Dalam rangka menjawab permasalah tersebut maka Pemerintah Desa melalui BUM Desa Totobo mencoba mengusulkan kegiatan pengelolaan hutan mangrove menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa melalui kegiatan Inovasi Desa
Kegiatan ini bermula saat kunjungan lapangan di Desa Totobo kami selaku TAPM Kabupaten melihat potensi desa yang ada salah satunya kawasan mangrove yang terletak di pinggir jalan poros desa belum termanfaatkan dengan baik. Selanjutnya kami mencoba berdiskusi dengan Pemerintah Desa terkait potensi tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekonomi yang ada dengan ide wisata mangrove dan kuliner. Dalam mengawal ide tersebut melalui Pendamping Lokal Desa mengawal kegiatan tersebut melalui proses penyusunan dokumen perencanaan desa dan mulai terdai pada tahun 2019 dengan anggran Rp.381.361.600 melalui Dana Desa
Tujuan dari pengelolaan hutan mangrove tersebut adalah dapat meningkatkan sumber PAD Desa, penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan mangrove serta dapat menjaga keindahan hutan mangrove dari bebrbagai sampah yang ada.
Bangun Desa Bangun Indonesia
Editor : Junaidin
Selasa, 21 Oktober 2025
Pemerintah Desa Baula, Jadikan Musrembang Desa sebagai Penetapan Usulan Prioritas Secara Partisipasi
Selanjutnya, Sekretaris Camat (Baula) Baula, Bapak Asdimansyah Muis, SE, turut memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan MUSRENBANGDes. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat serta mengingatkan pentingnya sinkronisasi perencanaan desa dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dukungan teknis juga datang dari Tenaga
Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kolaka, yang diwakili oleh
Bapak JUNAIDIN. Dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya desa memahami
kerangka perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, serta memanfaatkan forum
MUSRENBANGDes sebagai wadah strategis untuk menyalurkan gagasan inovatif dari
masyarakat.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Pendamping
Lokal Desa yang memandu jalannya
diskusi dan penjaringan aspirasi dari berbagai unsur yang hadir.
Dalam sesi diskusi dan usulan,
berbagai masukan strategis disampaikan oleh peserta:
- Tokoh masyarakat mengusulkan pembangunan jalan
usaha tani, sebagai akses penting untuk meningkatkan hasil pertanian
dan memudahkan distribusi hasil panen.
- Kelompok perempuan mengusulkan pembuatan
lokasi khusus untuk menjual makanan hasil olahan warga, sebagai upaya
pemberdayaan ekonomi dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa.
- Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
menyampaikan usulan terkait perencanaan wisata desa, yang
diharapkan dapat menjadi potensi unggulan desa dalam meningkatkan
pendapatan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh
berbagai unsur, antara lain Pemerintah Kecamatan Baula, TAPM Kolaka,
Koordinator Kecamatan, Pendamping Desa Baula, Lembaga Desa, serta
perwakilan dari berbagai unsur masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan,
kegiatan MUSRENBANGDes Baula berjalan lancar dan menghasilkan berbagai rumusan
awal yang akan menjadi dasar dalam penyusunan Review RPJMDesa. Pemerintah Desa
berharap seluruh usulan yang tertampung dapat diakomodir dan ditindaklanjuti sesuai
dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran desa.
Editor : Junaidin
Jumat, 17 Oktober 2025
Hasil Survei: Publik Apresiasi Kinerja Mendes Yandri Susanto, Masuk Menteri Terbaik
JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional. Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025.
Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.
Direktur
Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan
apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi
lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan
Prabowo–Gibran.
“Yandri
Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi
baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret
di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (Sumber Berita: SindoNews)
Kamis, 16 Oktober 2025
SEHARI BERSAMA ZOOM MEETING
Selasa, 14 Oktober 2025
MONEV DESA PETUDUA KECAMATAN TANGGETADA
Minggu, 12 Oktober 2025
Lawekara, Pusat Horti yang Eksotis
Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.
Kepala Desa Lawekara , Andi
Isti Hasriani, ST , bercerita bahwa pada
tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun
Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini
dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata
letak tanaman dan biayanya.
Setelah
itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli,
pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan
dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan
kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan
Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara
“Hasil utama kebun hortikultura
meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya
vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk
memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga
mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan
wisata berbasis pertanian,” ungkap Kades
Perempuan ini.
yang
diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat.
Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu
Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui
praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan
mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Ia juga mengaku, kalau penerima
manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum
yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi.
Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa
dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.
Kebun
hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui
penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja,
peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan
hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun
hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan
sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.
Keterlibatan
dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak,
seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP
PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan
Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi).
Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan
kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan
Desa.
“Pengembangan program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti lomba ketahanan pangan tingkat kecamatan,” kuncinya. (*)















